Hukum Dalton : Hukum Perbandingan Ganda | Kimia SMA Kelas X Semester 1
Hukum Dalton atau Hukum Kelipatan Perbandingan menyatakan bahwajika dua buah unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, untuk massa salah satu unsur sama banyaknya maka massa unsur yang kedua dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan-bilangan bulat dan sederhana.Perhatikan tabel di bawah ini :Tabel 1 :Tabel 2 :Dari kedua tabel di atas, untuk membuktikan suatu senyawa memenuhi hukum dalton atau hukum perbandingan ganda, maka salah satu unsur penyusun (tabel 1 :karbon ; tabel 2 : hidrogen) memiliki berat yang sama. Bagaimana jika berbeda? Maka harus kita samakan terlebih dahulu agar terlihat apakah memenuhi kaidah hukum atau tidak.Hukum Dalton : Hukum Perbandingan Ganda | Kimia SMA Kelas X Semester 1
Contoh Soal dan Pembahasan:Senyawa NO tersusun dari 21 gr N dan 24 OSenyawa NO2 tersusun dari 28 gr N dan 64 OBuktikan bahwa hal tersebut adalah hukum kelipatan ganda!Jawab :Massa N disamakan terlebih dahulu dengan cara :28/21 x 24 gr = 32 grBerarti, senyawa NO yang awalnya tersusun dari 21 gr N menjadi 28 gr N, dan 24 O menjadi 32 gr.Perbandingan O dalam NO dengan O dalam NO2 = 32 : 64 = 1 : 2.
Tampilkan postingan dengan label Hukum Kimia Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum Kimia Dasar. Tampilkan semua postingan
Soal Hukum Perbandingan Ganda dan Pembahasannya
Senin, 07 April 2014
Soal dan Pembahasan Hukum Dasar Kimia
Senin, 07 April 2014
Hukum – Hukum Dasar KimiaHukum – Hukum Dasar KimiaHukum dasar kimia adalah hukum yang menjelaskan tentang dasar – dasar perhitungan kimia dalam aplikasi kimia, dikarenakan dalam setiap reaksi kimia yang kita buat dan tentukan berdasarkan atas hukum – hukum dasar kimia. Berikut ini akan saya jabarkan dan saya jelaskan mengenai hukum – hukum dasar kimia.A. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoiser)Hukum kekelan massa ini pertama kali diamati dan dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoiser pada tahun 1785 menemukan fakta bahwasanya pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa suatu zat, massa zat sebelum dan sesuadah reaksi adalah sama dan selalu tetap.Perubahan materi yang kita amati umumnya berlangsung dalam wadah terbuka. Jika hasil reaksi ada yang berupa gas (seperti pembakaran kertas) maka zat yang tertinggal menjadi lebih kecil daripada massa semula dan begitu pula sebaliknya.Untuk lebih jelasnya perhatikan table pengamatan dibawah ini reaksi antara besi dan sulfur yang menghasilkan besi (II) sulfide
Massa Zat yang bereaksi ( gr)Massa Zat hasil Reaksi Besi (II) Sulfida (gr) Massa BesiMassa Sulfur 148 22 28 16 4442 24 6656 32 88Dari percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama ini dinamakan dengan hukum kekelan massa (hukum lavoiser)Cotoh Soal 1 :Dalam wadah tertutup 4 gram logam Natrium dibakar denagn oksigen menghasilkan natrium oksida, jika massa natrium oksida yang dihasilkan adalah 5,6 gram, berapakah massa oksigen yang dibutuhkan ?Solusi :mNa = 4 grammNaO = 5,6 gramberdasarkan hukum kekekalan massa makaMassa sebelum reaksi = Massa sesudah reaksimNa +mO2 = mNaOmO2 = mNaO – mNa= (5,6 – 4) gram= 1,6 gramContoh soal 2 :Pada pembakaran 2,4 gram magnesium di udara dihasilkan 4 gram oksida magnesium, berapa gram oksigen yang terpakai dalam reaksi itu ?Solusi:mMg = 2,4 grammMgO = 4 gramMassa sebelum reaksi = Massa sesudah reaksim Mg + m O2 = m MgOm O2 = m MgO – m Mg= (4 – 2,4) gram= 1,6 gramB. Hukum Proust ( Hukum Perbandingan Tetap )Hukum proust pertama kali dikemukakan oleh Joseph Louis Proust pada tahun 1799 menyatakan bahwa perbandingan massa unsure – unsure dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.Bagaimanakah dengan proses pembentukkan senyawa? Apakah perbandingan zat – zat yang beraksi juga tetap?perhatikan data pembentukkan senyawa air dari gas hidrogen dan oksigen pada table berikut.
Massa unsur – unsur pembentuk (gram)Massa senyawa air (gram) Massa HidrogenMassa Oksigen 1,08,0 9 1,512 13,5 2,016 18,02,5 20 22,53,0 24 27,0Dari data diatas di dapatkan rumus antara lainMassa B dalam AxBy = y x Ar B x Masa AxByMrAxBy% B dalam AxBy = y x Ar B x % AxByMrAxBy% Zat dalam campuran = Banyaknya zat x 100 %Banyaknya CampuranContoh soal 1 :Pada reaksi antara logam magnesium sebanyak 10 gram dengan 6 gram oksigen sesuai persamaan reaksi :2 Mg (s) + O2 (g) ——– > 2 MgO (s)Ternyata dari percobaan dihasilkan 15 gram magnesium oksida dan sisa logam magnesium sebanyak 1 gram, berapakah massa oksigen dan massa Magnesium pada magnesium oksida ? ( Ar Mg = 24, Ar O = 16)Solusi :Dari persamaan reaksi diatas maka kita bisa tentukan menggunakan rumus hukum proust yaitu.Massa O dalam MgO = = (Ar O)/(Mr MgO) x massa MgO= 16/40 x 15 gram= 6 gramMassaMg dalam MgO = (Ar Mg) / (Mr MgO) x massa MgO= 24/40 x 15 gram= 9 gramJadi massa magnesium yang bereaksi adalah 9 gram (tersisa 1 gram) dan massa oksigen yang bereaksi adalah 6 gramContoh soal 2 :Suatu senyawa oksida besi (FeO) memiliki perbandingan massa besi dan oksigen sebesar 7 : 2. Tentukan persen massa dari besi dan oksigen dalam senyawa tersebut.Solusi :Total perbandingan 7 + 2 = 9Persen massa besi = (perbandingan Besi)/(total perbandingan)x 100 %= 7/9 x 100 %= 77,8 %Persen massa oksigen = (perbandingan oksigen) ∕ (total perbandingan) x 100 %= 2/9 x 100 %= 22,2 %Contoh Soal 3 :Perbandingan massa carbon terhadap oksigen dalam karbon dioksida adalah 3 : 8. Berapa gram karbon dioksida dapat dihasilkan apabila 6 gram karbon dengan 16 gram oksigen ?Solusi :Reaksi yang terjadi adalah C + 2 O ——– > CO2Maka massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah samaC : 2 O = 6 : 16 sehingga C : O = 6 : 8Oksigen berlebih sehingga karbon habis bereaksiMassa karbon yang bereaksi ( C ) = 6 gramMassa oksigen yang bereaksi ( O ) = 8/3 x 6 gram= 16 gramMaka karbon dioksida yang dapat dihasilkan adalah 6 gram C + 16 gram O2 = 22 gramC. Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda )Hukum dalton berbunyi jika dua unsure membentuk dua macam senyawa atau lebih, untuk massa salah satu unsure yang sama banyaknya, maka massa unsure ke dua dalam senyawa – senyawa itu akan berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.Menurut teori atom Dalton senyawa terbentuk dari gabungan atom – atom dalam perbandingan sederhana. Misalkan unsure X dan Y membentuk dua jenis senyawa XY dan X2Y3. Jika massa unsure X dibuat sama ( berarti jumlah atomnya sama) maka rumus senyawa XY dapat ditulis sebagai X2Y2.XY ——- > X2Y2X2Y2 tetap sebagai X2Y3Berarti perbandingan unsure Y dalam senyawa I dan II adalah 2 : 3Untuk lebih jelas bisa perhatikan contoh soal dibawah ini.Contoh 1 :Karbon dapat bergabung denganhidrogen dengan perbandingan 3 : 1 membentuk gas metana berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana ?Solusi :C : H = 3 : 1Maka massa H = 1/3 x 900 gram= 300 gram.Contoh 2 :Unsur A dan unsure B membentuk 2 senyawa yaitu X dan Y. Massa unsure A dalam senyawa X dan Y berturut – turut adalah 46,7 % dan 30,4 %. Tunjukkanlah bahwa hukum Dalton berlaku pada kedua senyawa tersebut ?Solusi :
Senyawa% A % B = 100 – % A X46,7 % 100 – 46,7 % = 53,3 %Y 30,4 % 100 – 30,4 % = 69,6 %Agar persentase A sama maka senyawa X dikalikan factor 2,14 dan senyawa Y dikalikan factor 3,28 sehingga diperoleh perbandingan massa X dan Y sebagai berikut :
SenyawaMassa X (gr) Massa Y (gr) X46,7 x 2,14 = 100 53,3 x 2,14 = 114,06Y 30,4 x 3,28 = 100 69,6 x 3,28 = 228,28Jadi dapat diketahui perbandingannya X : Y = 114,06 : 228,28 = 1 : 2Berdasarkan tiga hukum diatas yaitu hukum kekelan massa, hukum perbandingan tetap, hukum kelipatan perbandingan maka pada tahun 1803 Jhon Dalton mengemukakan suatu teori yang kita kenal dengan teori atom Dalton. Antara lain postulatnya sebagai berikut :
- Materi terdiri dari partikel yang sudah tidak terbagi, yaitu atom
- Atom – atom dari unsure yang sama adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsure lain.
- Reaksi kimia adalah penggabungan, pemisahan atau penataan ulang dari atom – atom dalam jumlah sederhana.
D. Hukum Gay – Lussac ( Hukum Perbandingan Volume )Hukum ini menjadi dasar bagi stoikiometri raeksi – reaksi gas. Yaitu yang berbunyi Volume gas – gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi , jika diukur dalam tekanan dan suhu yang sama maka akan berbanding lurus sebagai bilangan – bilangan bulat sederhana.Perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya.Maka akan di dapatkan rumus seperti berikut ini.Volume gas yg dicari = (koefisien yang dicari)/(koefisien yang diketahui) X volume yang diketahuiUntuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini.Contoh 1 :Sebanyak 8 L C3H8 dibakar habis dengan oksigen sesuai dengan persamaan reaksiC3H8 + 5O2 ———- > 3CO2 + 4 H2O pada suhu dan tekanan yang sama volume gas CO2 yang dihasilkan adalah ?Solusi :Volume CO2 = (koefisien CO2)/(koefisien C3H8) X volume C3H8= 3/1 X 8 L= 24 LContoh 2 :Jika 50 mL gas CxHy dibakar dengan 250 mL oksigen, dihasilkan 150 mL karbon dioksida dan sejumlah uap air. Semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Tentukan rumus CxHy.Solusi :Perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan koefisiennya.Perbandingan volume yang ada disederhanakan, kemudian dijadikan sebagai koefisien. Perhatikan reaksi berikut ini.CxHy + O2 ———– > CO2 + H2O50 mL 250 mL 150 mL1 2 3Karena koefisien H2O belum diketahui , dimisalkan koefisien H2O adalah z maka didapatkan persamaan reaksiCxHy + 5 O2 ———- > 3 CO2 + z H2O∑ atom ruas kiri = ∑ atom ruas kananBerdasarakan jumlah atom O, 10 = 6 + zz = 10 – 6 = 4Sehingga persamaan reaksinya menjadi :CxHy + 5 O2 ———- > 3 CO2 + 4 H2OUntuk menentukan x dan y dilakukan penyetaraan jumlah atom C dan H∑ atom ruas kiri = ∑ atom ruas kananJumlah atom C = x =3Jumlah atom H = y = 8Jadi didapati rumus CxHy adalah C3H8Contoh 3 :Suatu campuran yang terdiri dari metana (CH4) dan etena (C2H4) dibakar sempurna menghasilkan karbon dioksida dan air. Pada suatu percobaan pembakaran 10 mL (T,P) campuran menghasilkan 16 mL (T,P) karbon dioksida. Tentukanlah susunan campuran tersebut.Solusi :Dari soal diatas pertama kita buat persaman reaksinya terlebih dahuluCH4 + O2 —————– > CO2 + 2 H2OC2H4 + 3 O2 —————– > 2 CO2 + 2 H2OLalu kita misalkan :V C2H4 = x mLV CH4 = ( 10 – x ) mLMaka x mL C2H4 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak = 2/1 . x mL = 2x mLSedangkan (10 – x ) mL CH4 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak (10 – x)mL, dikarenakan hasil pembakaran kedua jenis gas adalah 16 mL maka akan didapatkan persamaan sebagai berikut :2x mL – (10 – x) mL = 16 mL2x mL – x mL = 16 – 10X = 6 mLJadi campuran tadi akan menghasilkan gas antara lain 6 mL C2H4 dan 4 mL CH4 ( didapatkan dengan memasukkan harga x kedalam persamaan tiap gas yang telah dibuat di awal ).E. Hukum Avogadro ( Hipotesis Avogadro )Pada tahun 1811 seorang ilmuan dari Italia Amedeo Avogadro mengemukakan bahwasanya partikel unsur tidak harus berupa atom yang berdiri senidri akan tetapi dapat juga berupa gabungan dari beberapa atom yang disebut dengan molekul unsure.Avogadro mengemukakan suatu hipotesis sebagai berikut “ Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.”Sebagai contoh saya asumsikan sebagai berikut apabila saya mempunyai 2 buah tempe dan satu buah minyak goreng maka yang terbentuk adalah dua buah tempe goreng. Hipotesis ini menyerupai seperti yang dilakukan oleh AvogadroBerdasarakan analogi diatas maka Avogadro mengemukakan rumusan tentang hukum Avogadro seperti berikut ini.(Jumlah molekul x) / (Jumlah molekul y) = (Volume gas x ) / (volume gas y)Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan jumlah molekul dan sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya.Dari pernyataan diatas maka didapatkan rumusVolume yang dicari = (koefisien yang dicari) / (koefisien yang diketahui) X volume yang diketahuiJumlah molekul yg dicari = (koefisien yang dicari) / (koefisien yang diketahui) X Jumlah molekul yang diketahuiAgar lebih jelas perhatikan contoh soal berikut ini :Contoh soal 1 :Sebanyak 35 L gas karbon dioksida mengandung 4,5 x 1023 molekul pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan :
- Jumlah molekul 7 L gas hidrogen
- Volume gas amoniak yang mengandung 9 x 1023 molekul
Solusi :
- Jumlah molekul H2 = (volume H2) / (Volume CO2) X jumlah molekul CO2
= (7 L) / (35 L) X 4,5 x 1023 molekul= 0,9 x 1023 molekul= 9 x 1022 molekulJadi 7 L hidrogen mengandung 9 x 1022 molekul2. Volume NH3 = (jumlah molekul NH3)/(jumlah molekul CO2) X volume CO2= 9 x 1023 molekul / 4,5 x 1023 molekul X 35 L= 70 LJadi 9 x 10 23 molekul gas amoniak memiliki vlume sebesar 70 L
Langganan:
Postingan (Atom)